Mengabarkan kepada Anda angka-angka yang menjadi berita dan fenomena.

//hanaratnaningrum.tumblr.com/post/278796558/selamat-hana-kamu-salah-jurusan-selamat-datang-di-tpa 

Perhatikanlah tempat penumpukkan sampah di TPA Bantar Gebang – Bekasi. Jika di sana telah berdiri pabrik yang mengolah sampah menjadi bahan industri bernilai ekonomi, dan  nampak sibuk dengan melibatkan sejumlah buruh yang memadai, serta tidak nampak lagi gerombolan pemulung yang mengais-ngais sampah itu. Jika tidak ada lagi pemulung dan keluarga yang tinggal di sekitar kubah sampah Bantar Gebang, itulah tanda  pertama.

Setidaknya lapisan masyarakat yang tadinya membiayai kehidupannya dari hasil memulung, telah beralih ke hasil pekerjaan melalui program penyediaan lapangan kerja pemerintah. Dengan penghasilan yang tentunya memenuhi standar hidup minimum menurut acuan PBB.

Diunduh dari hasil pencarian dengan Google 

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi penumpang kereta Jabotabek yang berdesakan, atau tidak ada lagi yang bergantungan di pintu kereta, atau tidak ada lagi yang memaksa duduk di atas gerbong kereta, atau tidak terlihat lagi kesemrawutan di terminal bus antar kota, atau tidak terlihat lagi kemacetan total di jalan protokol atau kota-kota besar, itu adalah pertanda kedua.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil meningkatkan pelayanan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.

Selanjutnya, jika tidak ada lagi subsidi BBM untuk transportasi bukan angkutan umum, itu adalah pertanda ketiga.

Setidaknya itu bisa berarti, pemerintah berhasil meyakinkan masyarakat bahwa dana subsidi BBM tersebut lebih tepat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti peningkatan pelayanan sosial, jaminan pelayanan kesehatan, pendidikan yang murah, serta penyediaan lapangan kerja baru dan kesinambungannya.

Selanjutnya, jika tidak ada lagi  perkampungan kumuh di sepanjang pinggiran kali di perkotaan maupun pedesaan, serta tidak ada lagi deretan jamban  yang berdiri sepanjang kali itu, serta air kali mulai terlihat jernih sepanjang tahun, demikian juga dengan air bersih yang tersedia melimpah bagi masyarakat bawah, itu sebagai pertanda keempat.

 

Setidaknya itu bisa berarti, pemerintah telah berhasil melakukan penyuluhan hidup yang higenis serta menyediakan fasilitas air bersih gratis bagi masyarakat bawah. Setidaknya juga berarti masyarakat telah menyadari untuk hidup yang berkualitas bersamaan dengan pembenahan kondisi ekonomi yang terus meningkat, dalam arti pemerintah telah berhasil mendispersikan ketersediaan lapangan kerja sampai ke daerah-daerah terpencil.

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi sampah tumpah-ruah mengapung di parit atau kali Sunter yang hitam, atau di sungai Ciliwung, atau tumpukan sampah yang bau di samping pasar Ciputat dan sebagainya. Itu bisa sebagai pertanda kelima.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil dalam manajemen penanganan sampah, mulai dari pembinaan pada masyarakat, pembaharuan armada dan jadwal pengangkutan, pemilihan tempat pembuangan, pengembangan teknologi pengolahan sampah, serta pemanfaatan hasil pengolahan sampah dalam pembangunan yang terpadu.

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi anak-anak jalanan atau pengemis yang mengetuk jendela mobil, atau orang-orang yang menawarkan jasa membersihkan kaca mobil saat berhenti di kemacetan atau di lampu merah. Itu sebagai pertandakeenam.

 

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil menangani masalah-masalah sosial, menegakkan peraturan perundangan yang berlaku, menyediakan tempat tinggal, santunan dan bimbingan sosial bagi

KompasKompas 

kelompok masyarakat ini untuk bisa mandiri, dan selanjutnya menyediakan lapangan kerja dengan penghasilan yang memadai untuk mencegah kembalinya masyarakat ini ke jalanan.

Selanjutnya, jika tidak terdengar lagi berita TKI yang akan dihukum mati atau TKW yang diperkosa oleh majikannya di Malaysia, atau Arab Saudi, atau di Singapore dsb. Atau jika tidak terdengar lagi berita ribuan TKI Ilegal dan Tidak Ilegal dipulangkan paksa oleh Malaysia, maka itu bisa sebagai pertanda ketujuh.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil meningkatkan pendidikan formal masyarakat ketingkat profesional yang lebih kompetitif serta bermartabat. Setidaknya juga bisa berarti pemerintah berhasil dan mampu menyediakan lapangan kerja untuk lapisan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah namun dengan penghasilan yang kompetitif dengan negara-negara tujuan kerja TKI.

Selanjutnya jika tidak terdengar lagi pergesekan antar umat beragama dalam kebebasan menjalankan dan mendirikan tempat-tempat ibadah, atau tidak terdengar lagi bentuk-bentuk intimidasi, maka itu bisa sebagai pertanda kedelapan.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah benar-benar menjalankan tugas sesuai yang digariskan dalam UUD 45, atau setidaknya telah terbentuk kedewasaan sikap dalam masyarakat untuk mentaati peraturan perundangan yang berlaku.

Selanjutnya jika tidak terdengar lagi kasus penyalah-gunaan wewenang, atau tidak lagi ditemukan kasus-kasus manipulasi perkara peradilan oleh pejabat negara serta oknum masyarakat yang berkonspirasi yang dengan sengaja memicu kepada penyelewengan keuangan negara, maka itu bisa sebagai pertanda kesembilan.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah dan jajarannya secara sungguh-sungguh telah menegakkan supremasi hukum, seadil-adilnya menurut hukum dan perundangan yang berlaku dengan demikian juga meminimumkan keraguan akan kepastian hukum yang mungkin terpikirkan ditengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya, jika jumlah penduduk miskin turun dari 32.520.000 (14,15%) ke prosentase yang dapat dianggap wajar menurut ukuran Bank Dunia. Demikian juga dengan pendapatan perkapita Indonesia tahun 2009 jika dapat meningkat lebih besar dari 2.590,1 USD , maka itu bisa sebagai pertanda kesepuluh.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah berhasil dalam program-program ekonominya, apakah melalui perbaikan stimulan untuk masuknya modal asing maupun penerapan kebijakan baru atas regulasi perbankan maupun pajak bagi usaha industri menengah ke bawah.

Jadi, jika sepuluh tolak ukur ini belum semuanya ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia, artinya kita masih dalam perjalanan mendaki daratan terjal menuju kemakmuran dan kesejahteraan.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/08/24/10-tolak-ukur-kemakmuran-dan-kesejahteraan-rakyat-indonesia/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: